Kamis, 26 April 2012

Wayang Kulit


Wayang Kulit
WAYANG salah satu puncak seni budaya bangsa Indonesia yang paling menonjol di antara banyak karya budaya lainnya. Budaya wayang meliputi seni peran, seni suara, seni musik, seni tutur, seni sastra, seni lukis, seni pahat, dan juga seni perlambang. Budaya wayang, yang terus berkembang dari zaman ke zaman, juga merupakan media penerangan, dakwah, pendidikan, hiburan, pemahaman filsafat, serta hiburan.
Menurut penelitian para ahli sejarah kebudayaan, budaya wayang merupakan budaya asli Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Keberadaan wayang sudah berabad-abad sebelum agama Hindu masuk ke Pulau Jawa. Walaupun cerita wayang yang populer di masyarakat masa kini merupakan adaptasi dari karya sastra India, yaitu Ramayana dan Mahabarata. Kedua induk cerita itu dalam pewayangan banyak mengalami pengubahan dan penambahan untuk menyesuaikannya dengan falsafah asli Indonesia.

Penyesuaian konsep filsafat ini juga menyangkut pada pandangan filosofis masyarakat Jawa terhadap kedudukan para dewa dalam pewayangan. Para dewa dalam pewayangan bukan lagi merupakan sesuatu yang bebas dari salah, melainkan seperti juga makhluk Tuhan lainnya, kadang-kadang bertindak keliru, dan bisa jadi khilaf. Hadirnya tokoh panakawan dalam_ pewayangan sengaja diciptakan para budayawan In­donesia (tepatnya budayawan Jawa) untuk mem­perkuat konsep filsafat bahwa di dunia ini tidak ada makhluk yang benar-benar baik, dan yang benar-benar jahat. Setiap makhluk selalu menyandang unsur kebaikan dan kejahatan.

Dalam disertasinya berjudul Bijdrage tot de Kennis van het Javaansche Tooneel (1897), ahli sejarah kebudayaan Belanda Dr. GA.J. Hazeau menunjukkan keyakinannya bahwa wayang merupakan pertunjukan asli Jawa. Pengertian wayang dalam disertasi Dr. Hazeau itu adalah walulang inukir (kulit yang diukir) dan dilihat bayangannya pada kelir. Dengan demikian, wayang yang dimaksud tentunya adalah Wayang Kulit seperti yang kita kenal sekarang.

Asal Usul
Mengenai asal-usul wayang ini, di dunia ada dua pendapat. Pertama, pendapat bahwa wayang berasal dan lahir pertama kali di Pulau Jawa, tepatnya di Jawa Timur. Pendapat ini selain dianut dan dikemukakan oleh para peneliti dan ahli-ahli bangsa Indonesia, juga merupakan hasil penelitian sarjana-sarjana Barat. Di antara para sarjana Barat yang termasuk kelompok ini, adalah Hazeau, Brandes, Kats, Rentse, dan Kruyt.

Alasan mereka cukup kuat. Di antaranya, bahwa seni wayang masih amat erat kaitannya dengan keadaan sosiokultural dan religi bangsa Indonesia, khususnya orang Jawa. Panakawan, tokoh terpenting dalam pewayangan, yakni Semar, Gareng, Petruk, Bagong, hanya ada dalam pewayangan Indonesia, dan tidak di negara lain. Selain itu, nama dan istilah teknis pewayangan, semuanya berasal dari bahasa Jawa (Kuna), dan bukan bahasa lain.

Sementara itu, pendapat kedua menduga wayang berasal dari India, yang dibawa bersama dengan agama Hindu ke Indonesia. Mereka antara lain adalah Pischel, Hidding, Krom, Poensen, Goslings, dan Rassers. Sebagian besar kelompok kedua ini adalah sarjana Inggris, negeri Eropa yang pernah menjajah India.

Namun, sejak tahun 1950-an, buku-buku pe­wayangan seolah sudah sepakat bahwa wayang memang berasal dari Pulau Jawa, dan sama sekali tidak diimpor dari negara lain.

Budaya wayang diperkirakan sudah lahir di Indo­nesia setidaknya pada zaman pemerintahan Prabu Airlangga, raja Kahuripan (976 -1012), yakni ketika kerajaan di Jawa Timur itu sedang makmur-makmur­nya. Karya sastra yang menjadi bahan cerita wayang sudah ditulis oleh para pujangga Indonesia, sejak abad X. Antara lain, naskah sastra Kitab Ramayana Kakawin berbahasa Jawa Kuna ditulis pada masa pemerintahan raja Dyah Balitung (989-910), yang merupakan gubahan dari Kitab Ramayana karangan pujangga In­dia, Walmiki. Selanjutnya, para pujangga Jawa tidak lagi hanya menerjemahkan Ramayana dan Mahabarata ke bahasa Jawa Kuna, tetapi menggubahnya dan menceritakan kembali dengan memasukkan falsafah Jawa kedalamnya. Contohnya, karya Empu Kanwa Arjunawiwaha Kakawin, yang merupakan gubahan yang berinduk pada Kitab Mahabarata. Gubahan lain yang lebih nyata bedanya derigan cerita asli versi In­dia, adalah Baratayuda Kakawin karya Empu Sedah dan Empu Panuluh. Karya agung ini dikerjakan pada masa pemerintahan Prabu Jayabaya, raja Kediri (1130 - 1160).

Wayang sebagai suatu pergelaran dan tontonan pun sudah dimulai ada sejak zaman pemerintahan raja Airlangga. Beberapa prasasti yang dibuat pada masa itu antara lain sudah menyebutkan kata-kata "mawa­yang" dan `aringgit' yang maksudnya adalah per­tunjukan wayang.

Mengenai saat kelahiran budaya wayang, Ir. Sri Mulyono dalam bukunya Simbolisme dan Mistikisme dalam Wayang (1979), memperkirakan wayang sudah ada sejak zaman neolithikum, yakni kira-kira 1.500 tahun sebelum Masehi. Pendapatnya itu didasarkan atas tulisan Robert von Heine-Geldern Ph. D, Prehis­toric Research in the Netherland Indie (1945) dan tulisan Prof. K.A.H. Hidding di Ensiklopedia Indone­sia halaman 987.

Kata `wayang' diduga berasal dari kata `wewa­yangan', yang artinya bayangan. Dugaan ini sesuai dengan kenyataan pada pergelaran Wayang Kulit yang menggunakan kelir, secarik kain, sebagai pembatas antara dalang yang memainkan wayang, dan penonton di balik kelir itu. Penonton hanya menyaksikan gerakan-gerakan wayang melalui bayangan yang jatuh pada kelir. Pada masa itu pergelaran wayang hanya diiringi oleh seperangkat gamelan sederhana yang terdiri atas saron, todung (sejenis seruling), dan kemanak. Jenis gamelan lain dan pesinden pada masa itu diduga belum ada.

Untuk lebih menjawakan budaya wayang, sejak awal zaman Kerajaan Majapahit diperkenalkan cerita wayang lain yang tidak berinduk pada Kitab Ramayana dan Mahabarata. Sejak saat itulah cerita­cerita Panji; yakni cerita tentang leluhur raja-raja Majapahit, mulai diperkenalkan sebagai salah satu bentuk wayang yang lain. Cerita Panji ini kemudian lebih banyak digunakan untuk pertunjukan Wayang Beber. Tradisi menjawakan cerita wayang juga diteruskan oleh beberapa ulama Islam, di antaranya oleh para Wali Sanga. Mereka mulai mewayangkan kisah para raja Majapahit, di antaranya cerita Damarwulan.

Masuknya agama Islam ke Indonesia sejak abad ke-15 juga memberi pengaruh besar pada budaya wayang, terutama pada konsep religi dari falsafah wayang itu. Pada awal abad ke-15, yakni zaman Kerajaan Demak, mulai digunakan lampu minyak berbentuk khusus yang disebut blencong pada pergelaran Wayang Kulit.

Sejak zaman Kartasura, penggubahan cerita wayang yang berinduk pada Ramayana dan mahabarata makin jauh dari aslinya. Sejak zaman itulah masyarakat penggemar wayang mengenal silsilah tokoh wayang, termasuk tokoh dewanya, yang berawal dari Nabi Adam. Sisilah itu terus berlanjut hingga sampai pada raja-raja di Pulau Jawa. Dan selanjutnya, mulai dikenal pula adanya cerita wayang pakem. yang sesuai standar cerita, dan cerita wayang carangan yang diluar garis standar. Selain itu masih ada lagi yang disebut lakon sempalan, yang sudah terlalu jauh keluar dari cerita pakem.

Memang, karena begitu kuatnya seni wayang berakar dalam budaya bangsa Indonesia, sehingga terjadilah beberapa kerancuan antara cerita wayang, legenda, dan sejarah. Jika orang India beranggapan bahwa kisah Mahabarata serta Ramayana benar-benar terjadi di negerinya, orang Jawa pun menganggap kisah pewayangan benar-benar pernah terjadi di pulau Jawa.

Dan di wilayah Kulonprogo sendiri wayang masih sangatlah diminati oleh semua kalangan. Bukan hanya oleh orang tua saja, tapi juga anak remaja bahkan anak kecil juga telah biasa melihat pertunjukan wayang. Disamping itu wayang juga biasa di gunakan dalam acara-acara tertentu di daerah kulonprogo ini, baik di wilayah kota Wates ataupun di daerah pelosok di Kulonprogo.
(By :budayawayangkulit.blogspot.com)

Lima Sekawan: Di Pulau Harta


Lima Sekawan: Di Pulau Harta
Pada saat liburan sekolah Anne, Dick, dan Julian berlibur di tempat pamannya. Pamannya tersebut bernama paman Quentin. Ia tinggal bersama istrinya yang bernama bibi Fanny dan anak perempuannya yang bernama Georgina. Mereka tinggal di sebuah pondok bernama pondok Kirrin yang terletak di pinggir laut.
Saat kali Anne, Julian, dan Dick tiba di tempat pamannya, mereka bertemu dengan sepupu yang baru mereka kenal, Georgina. Georgina memiliki sifat yang sedikit aneh dan tomboi dan dia hanya mau menjawab bila dipanggil dengan nama George, kerena ia tidak suka menjadi perempuan.
Pada awalnya George tidak suka akan kedatangan ketiga sepupunya ini. Akan tetapi lama kelamaan perasaan itu hilang, dan George mulai menceritakan beberepa hal seperti rahasianya, bahwa dia memelihara Tim, seekor anjing yang ia sembunyikan dari orangtuanya, sampai pulau kecil di teluk dan kapal karam yang terletak didekatnya. Pulau itu adalah kepunyaan George yang diberikan oleh ibunya.
Disitulah petualangan mereka dimulai. Anne, Julian, dan Dick yang sangat penasaran akan pulau itu, membujuk George agar mengajak mereka ke pulau tersebut. Akhirnya George yang awalnya tidak setuju, akhirnya terbujuk dan menyetujui untuk mengajak ketiga sepupunya itu untuk pergi ke pulau tersebut.
Mereka pun pergi ke pulau tersebut. George tak lupa membawa Tim bersamanya. Ketika berada di pulau tersebut tiba-tiba badai yang sangat besar datang. Saking besarnya, bangkai kapal tua yang tadinya berada di dasar laut, terangkat naik ke permukaan. Lima sekawan pun penasaran untuk menyelidiki bangkai kapal tua tersebut. Karena keadaan yang tidak memungkinkan, mereka baru dapat memeriksa bangkai kapal tersebut esok harinya.
  Keesokan harinya. Mereka berangkat pagi sekali sebelum ada orang lain yang mengetahui akan hal tersebut. Saat sedang memeriksa bangkai kapal tersebut, Julian menemukan sebuah ruangan yang didalamnya terdapat lemari kecil. Didalam  lemari tersebut tersimpan sebuah peti kayu kecil yang isinya terkunci. Apa gerangan yag terdapat di dalam peti itu ? Apakah emas atau semacamnya ? Pertanyaan itu terus terlintas di kepala mereka. Tapi sayangnya mereka tidak dapat membuka peti tersebut. Mereka memutuskan untuk membawanya ke Pondok Kirrin untuk mencari cara membuka peti tersebut.
Setibanya di pondok Kirrin, Lima sekawan langsung mencoba dengan berbagai cara agar peti itu dapat terbuka. Setelah mereka berhasil membuka peti tersebut, mereka semua berebut untuk melihat isi dari peti tersebut. Akan tetapi bukan emas atau semacamnya yang mereka temukan, melainkan sebuah petunjuk mengenai tempat disimpannya emas yang hiang, dan tempatnya berada di pulau KIrrin. 
   Berita mengenai kapal yang muncul dari dasar laut dengan cepat muncul di berbagai media massa. Para wartawan berhasil mengorek cerita tentang batang-batang emas yang hilang. Karena itu kapal tersebut menjadi perhatian orang banyak. George pun menjadi marah karenanya.
Tanpa disangka-sangka Paman Quentin menjual peti yang berisi peta tua dan buku harian yang terdapat di dalamnya, dan orang yang membeli peti tersebut juga mengingikan membeli pulau mereka. Anne, Dick, George, dan Julian langsung mengambil tindakan dengan memutuskan untuk menginap di pulau tersebut sebelum surat perjanjian penjualan di tanda tangani.
Keesokan harinya, dengan persiapan yang cukup matang, mereka berangkat ke pulau tersebut untuk mengambil emas yang hilang. Mereka berangkat bersama Tim dengan menggunakan perahu. Setibanya di pulau mereka langsung mempelajari lebih rinci isi peta tersebut. Setelah itu mereka langsung mencari jalan menuju pintu bawah tanah. Tetapi jalan tersebut sangat sulit ditemukan.
Sampai ketika Tim sedang mengejar kelinci, ia masuk ke lubang kelinci yang ternyata merupakan sebuah sumur tua. Keempat anak itu langsung berusaha megeluarkan Tim dari lubang tersebut. Setelah Tim berhasil keluar, mereka kembali melakukan pencarian. Anne yang kelelahan duduk di lantai batu, tanpa sengaja menemukan sebuah gagang besi jang terpasang di salah satu lantai batu. Tanpa ragu ragu lagi mereka berempat berusaha untuk mengangkat lantai batu tersebut. Setelah beberapa saat batu itu akhirnya terangkat. Lalu mereka memutuskan untuk masuk ke dalam lubang yang terletak dibawah lantai batu.
Sekarang mereka telah berada di ruang bawah tanah. Lalu mereka menelusuri lorong tersebut sampai mereka menemukan sebuah pintu kayu yang kemungkinan besar merupakan tempat emas-emas disimpan. Tapi karena pintu yang terlalu kuat mereka memutuskan untuk mengambil kapak. Setelah itu mereka kembali ke pintu tersebut dan mencoba membuka pintu tersebut. Akan tetapi serpihan kayu terlontar ke arah Dick ketika Julian sedang berusaha membuka pintu menggunakan kapak, lalu Julian menyarankan agar Dick naik ke atas bersama Anne.
Akhirnya Julian dan George berhasil membuka pintu tersebut. Di saat yang sama tiba-tiba datang dua orang asing yang ingin mengambil emas yang terdapat di pulau tersebut. Julian, George dan Tim ditangkap oleh mereka dan di kurung di tempat penyimpanan harta.
Dick dan Anne yang melihat ada kapal milik orang lain berlabuh di pulau langsung mencari cara untuk menyelamatkan Julian, George dan Tim. Ketika orang asing itu pergi ke luar pulau untuk membawa kapal pengangkut. Dick dan Anne berhasil menyelamatkan  Julian, George dan Tim. Setelah kedua orang itu kembali ke pulau dan masuk ke dalam ruang bawah tanah Lima sekawan menjebak para pencuri itu di pulau dengan merusak perahu motornya.
Mereka langsung menuju pundok Kirrin untuk melaporkan kejadian itu ke Paman Quentin dan bibi Fanny, lalu mereka semua menghubungi polisi untuk menangkap para pencuri tersebut. Setelah para pencuri berhasil ditangkap dan emas-emas itu ditemukan polisi dan diserahkan ke Paman Quentin. Berakhirlah petualangan Lima Sekawan Di Pulau Harta. 


( By : M. Rifqi Ariq P.)

Rabu, 25 Mei 2011

Alasan Penggaris Standar Hanya Dibuat 30 cm



Kalau anda pernah melihat penggaris yang dipakai di sekolah dasar dan menengah, kemungkinan besar penggaris itu panjangnya 30 sentimeter. Tigapuluh sentimeter itu lebih kurang sama dengan 12 inci atau 1 kaki (foot, ini satuan panjang ala Kerajaan Inggris).
Dalam bidang komputer dan elektronika, panjang 30 sentimeter memiliki arti khusus. Arti khusus yang penting dan menjadi pegangan dalam merancang dan membangun rangkaian mikroelektronika dan rangkaian terpadu (integrated circuit, IC).
Tigapuluh sentimeter lebih kurang adalah jarak yang ditempuh oleh gelombang elektromagnetik dalam waktu satu per milyar detik. Perioda satu per milyar detik berkorespondensi dengan frekuensi 1 milyar daur (cycle) per detik (giga hertz, GHz), jadi lebih kurang pada orde/skala yang sama dengan kecepatan komputer saat ini.
Faktor 30 sentimeter menjadi penting dalam merancang sebuah rangkaian elektronika yang beroperasi pada frekuensi GHz. Dalam rangkaian elektronika skala GHz, daur arus listrik dalam rangkaian akan menghasilkan gelombang elektromagnetik yang memiliki panjang pada sekitar skala sentimeter. Jika rangkaian elektronika tersebut berukuran juga pada skala sentimeter, maka insinyur yang merancang rangkaian tersebut harus mempertimbangkan faktor waktu yang diperlukan untuk perambatan gelombang elektromagnetik dalam rangkaian.
Problem serupa, yakni memperhitungkan faktor waktu yang diperlukan untuk perambatan gelombang elektromagnetik, muncul dalam banyak teknologi sehari-hari: radar, telekomunikasi seluler dan satelit, jaringan serat optik (optical fiber), global positioning system, perpetaan, geodesi, dan banyak lagi.
Dalam fisika partikel eksperimen, problem ini muncul ketika fisikawan harus mempertimbangkan waktu tempuh sinyal dalam serat optik dari detektor yang terletak 100 meter di bawah tanah ke komputer yang membaca dan menyimpan data di permukaan tanah. Sebagai contoh, akselerator LHC beroperasi dengan frekuensi 40 MHz atau periode 25 per milyar detik. Setiap 25 per milyar detik, terjadi beberapa tumbukan/interaksi di dalam detektor. Dengan menggunakan aturan 30 sentimeter, kita tahu bahwa selama 25 per milyar detik, cahaya akan menempuh jarak 7.5 meter. Padahal jarak dari bawah tanah ke permukaan tanah adalah 100 meter lebih! Sebelum sinyal dari detektor mencapai permukaan tanah dan direkam dalam komputer, detektor sudah menerima data kembali!
Padahal detektor di bawah tanah pada umumnya memerlukan konfirmasi (handshake) dengan komputer yang terletak di permukaan: apakah sinyal/informasi yang dikirimkan sudah sampai atau belum. Dengan pertimbangan itu, maka detektor di bawah tanah dirancang untuk menyimpan sementara data-data tumbukan/interaksi partikel dalam sebuah tempat penyimpanan sementara (buffer memory). Sehingga bila karena suatu sebab kiriman informasi dari bawah tanah ke permukaan terganggu, detektor di bawah tanah akan menerima kabar dari komputer di permukaan bahwa informasi yang dikirim belum diterima, dan bisa dikirimkan kembali.
Kok bicara fisika partikel eksperimen kedengarannya seperti teknik elektro atau instrumentasi! Ini semua karena kebutuhan untuk membangun alat eksperimen fisika partikel diperlukan kerjsama antara fisikawan dengan insinyur: baik insinyur teknik tenaga listrik, teknik elektronika, teknik mesin, teknik pendinginan, teknik komputer, teknik sipil, dll. Tanpa kerjasama tersebut, tidaklah mungkin alat dan fasilitas eksperimen fisika partikel bisa dibangun.


Resep Cheese Cake




Bahan:
  • 200 gram gula halus
  • 300 gram mentega
  • 7 butir kuning telur
  • 5 putih telur, kocok hingga kaku
  • 250 gram tepung terigu
  • 200 gram keju, parut
Hiasan:
  • 50 gram dark cooking chocolate, tim
  • 50 gram white cooking chocolate, tim
  • 5 buah stroberi, belah dua
Cara Membuat:
  1. Kocok gula halus dan mentega hingga mengembang dan putih, masukkan kuning telur secara bertahap, kocok hingga rata.
  2. Masukkan terigu, aduk rata. Masukkan 150 gram keju, aduk rata.
  3. Masukkan putih telur (yang telah dikocok), aduk hingga rata. Tuang dalam cetakan bulan diameter 20 cm yang telah diolesi margarin dan dialas kertas roti. Taburi atasnya dengan sisa keju.
  4. Panggang dalam oven bersuhu 180 derajat Celcius selama 45 menit atau hingga matang. Angkat. Keluarkan dari cetakan dan dinginkan.
  5. Sajikan cheese cake dengan hiasan dark dan white cooking chocolate serta stroberi.

Resep Chocochip Cookies




Bahan A:
  • 180 gram mentega/butter
  • 125 gram gula palem
  • 150 gram gula pasir
  • 3 gram garam
  • 1/4 sdt vanili
Bahan B:
  • 2 butir telur
Bahan C:
  • 365 gram tepung terigu protein rendah
  • 3 gram baking powder
Bahan D:
  • 400 gram chocochips
Cara Membuat:
  1. Kocok bahan A hingga putih dan halus, masukkan bahan B, kocok sebentar, matikan mixer.
  2. Tambahkan bahan C, aduk rata. Masukkan bahan D, aduk rata.
  3. Cetak adonan (bisa menggunakan 2 sendok), lalu susu di atas loyang yang telah dioles tipis dengan mentega putih. Istirahatkan selama 1 jam.
  4. Panggang dalam oven dengan suhu 160 derajat Celcius selama 15-20 menit atau hingga matang.

Resep Fortune Cookies




Resep Bahan Fortune Cookies :
  • 3 putih (90 gram ) telur
  • 1/4 sendok teh cream of tartar
  • 1/4 sendok teh garam
  • 100 gram gula pasir halus
  • 75 gram tepung terigu protein sedang
  • 1/8 sendok teh kayumanis bubuk
  • 50 gram mentega tawar, lelehkan
  • 1/8 sendok teh esens vanila
Cara Membuat Fortune Cookies :
  1. Kocok putih telur, cream of  tartar, dan garam sampai setengah mengembang. Tambahkan gula pasir halus sedikit-sedikit sambil dikocok sampai mengembang.
  2. Masukkan tepung terigu dan kayumanis bubuk sambil diayak dan diaduk rata.
  3. Tambahkan mentega tawar leleh dan esens vanila sedikit-sedikit sambil diaduk perlahan.
  4. Ambil 1/2 sendok makan adonan. Pipihkan di atas silpat. Bentuk bulat diameter 6 cm. Oven 4 menit dengan suhu 190 derajat Celsius.
  5. Panas-panas, lipat dua. Tekuk dua. Biarkan kering.
Untuk 200 gram
Tips : Oven kue maksimal 4 lembar agar lebih mudah dibentuk dan tidak cepat kering.

Selamat mencoba

Coelophysis



Coelophysis berarti "bentuk berongga" mengacu pada tulang rongga (κοιλος Yunani / koilos berarti 'rongga' dan 'physis' Ï†Ï…σις / yang berarti bentuk). Celophysis adalah karnivora kecil berkaki dua,  yang hidup pada Trias Akhir  (tahap Norian) dari Amerika Serikat barat daya.
Coelophysis bauri diketahui dari sejumlah kerangka fosil lengkap.C. bauri adalah dinosaurus ringan dibangun yang diukur hingga 3 meter (9,8 kaki) panjangnya dan yang lebih dari satu meter dipinggul

Coelophysis sangat ramping dan mungkin merupakan pelari cepat.  Meskipun menjadi seorang dinosaurus awal, evolusi bentuk tubuh theropoda sudah berkembang pesat dari makhluk seperti Herrerasaurus dan Eoraptor. Batang tubuh Coelophysis sesuai dengan bentuk dasar tubuh theropoda, tetapi menampilkan dada beberapa karakteristik khusus yang menarik. C. bauri memiliki furcula (wishbone), contoh awal dikenal dalam dinosaurus. Coelophysis juga memiliki bentuk tubuh yang hampir mirip dengan nenek moyangnya yang memiliki empat digit di tangan (manus). 
  

Sejarah Asal usul dan Manfaat Tempe


Penelusuran asal-usul tempe cukup sulit karena menghadapi beberapa kendala, diantaranya karena faktor tulisan dan bahasa. Tulisan Jawa Kuno sudah hampir punah dan bahasa Jawa Kuno nyaris berubah menjadi bahasa Jawa Baru.

Dalam buku Bunga Rampai Tempe Indonesia, Mary Astuti, seorang pakar tempe dari Universitas Gajah Mada menuliskan asal-usul kedelai dan tempe berdasarkan hasil penelusuran dokumen yang ada. Menurutnya (dari dua buah kamus), kedelai berasal dari bahasa Tamil (India Selatan) yang berarti kacang kedelai (mung bean, soybean).

Berdasarkan catatan para pedagang Cina yang datang ke Jawa pada zaman Dinasti Sung (abad X), pulau Jawa merupakan daerah pertanian yang subur dengan hasil pertanian berupa padi, rami, dan polong-polongan, tetapi tidak terdapat gandum (Groenevelt, 1960). Para pedagang Cina yang berdagang dengan orang Jawa memberikan informasi (sekitar abad XXI) bahwa barang-barang dagangan dari Jawa adalah kapuk, buah pinang, pala, fuli, cengke, gambir, nangka, dan pisang. Sebaliknya, dari Cina diimpor boraks, sutera, dan aluminium. Kedelai tidak disebutkan dalam daftar komoditas impor Cina tersebut, suatu bukti bahwa kedelai belum diperhatikan dan dibudidayakan di negeri Cina.

Mary Astuti menulis bahwa dalam pustaka Serat Sri Tanjung (sekitar abad XII dan XIII) yang bercerita mengenai Dewi Sri Tanjung, terselip kata kedelai yang ditulis sebagai kadele. Salah satu baitnya menggambarkan jenis tanaman di Sidapaksa yang mengandung kata kedelai, kacang wilis, dan kacang luhur.

Kata kedelai tidak hanya ditemui dalam Serat Sri tanjung, tetapi juga dalam Serat Centhini. Oleh penulisnya, Serat Centhini disebut Suluk Tambangraras. Pada Serat Centhini, kata kedelai terdapat pada jilid II, sedangkan kata tempe terdapat pada jilid III. Serat Centhini jilid III tersebut menggambarkan perjalanan Mas Cebolang dari Candi Prambanan menuju Pajang dan mampir di Tembayat, Kabupaten Klaten. Di sana, Pangeran Bayat dijamu dengan lauk-pauk seadaanya, termasuk tempe.

Dalam The Book of Tempeh Dr. Sastroamijoyo memperkirakan bahwa tempe sudah ada lebih dari 2.000 tahun yang lalu. Saat itu bangsa Cina membuat makanan dari kedelai yang hampir mirip tempe, yaitu koji (sejenis kecap). Makanan tersebut terbuat dari kacang kedelai matang yang diinokulasi dengan Aspergillus oryzae. Metode inokulasi ini kemudian dibawa para pedagang Cina ke Pulau Jawa dan dimodifikasi agar sesuai dengan selera orang Jawa. Modifikasi dilakukan dengan mengganti Aspergillus oryzae dengan Rhizopus yang sesuai dengan iklim Jawa.
Pada zaman Jawa kuno, terdapat makanan yang dibuat dari sagu, disebut tumpi (Zoetmulder, 1982). Oleh sebab tempe juga berwarna putih dan penampakannya mirip tumpi maka makanan olahan kedelai ini disebut tempe.
Penemuan-penemuan tersebut sudah merupakan bukti yang cukup untuk memastikan bahwa tempe berasal dari Jawa. Tempe merupakan ciptaan dan menjadi budaya orang Jawa. Penyebaran tempe saat ini sudah berkembang di seluruh tanah air dan tidak terlepas dari ciri-ciri dan budaya Jawa itu sendiri.

Asal Aula Terbentuknya Bumi


Planet kita diperkirakan mulai terbentuk 4,5 miliar tahun yang lalu. Sejak itu penampilan aslinya hampir tidak pernah berubah. bumi ini cocok untuk menciptakan dan mengembangbiakkan bentuk kehidupan sejak pertama kali terbentuk. Tim peneliti barat menolak teori tentang bumi seluruhnya diselubungi samudera sebelum spesies laut pertama menginjak daratan.
Penemuan logam langka bumi bernama hafnium bercampur dengan kristal zirconium di Jack Hills, pegunungan di Australia Barat, merupakan indikasinya. Bebatuan di pegunungan itu dianggap paling tua di dunia (diperkirakan berumur 4,4 miliar tahun). Peneliti menggunakan analisa radiosotope untuk melihat apakah lapisan kontinental bumi sudah terbentuk pada 4,4 – 4,5 miliar tahun lalu. Lapisan kontinental berbeda dengan samudra menurut struktur dan ketebalannya. Dulu diperkirakan lapisan kontinental perlahan meleleh ke lapisan samudra.

“Sepertinya bumi terbentuk dalam sekejab mata,” kata salah satu peneliti, Dr. Steven Moses dari Universitas Colorado. “Jika teori ini terbukti benar, semua konsep hari ini tentang terbentuknya bumi harus diperbaharui. Mungkin para peneliti harus belajar dari peradaban Atlantis dan nenek moyang lainnya yang mana ceritanya dianggap sebagai fiksi belaka sebelumnya. Diperkirakan bahwa bentuk kehidupan protein muncul di bumi beberapa miliar tahun yang lalu, kemungkinan peradaban itu tidak kelihatan idealis,” kata peneliti.
            “Puluhan ragam teori tentang asal mula bumi bermunculan dalam sejarah ilmu pengetahuan yang panjang,” kata Valery Rudukov, senior peneliti dari Institute of Physic of Earth dibawah Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia. Teori Buffon dulu cukup popular pada awal abad yang lalu. Menurut teorinya, matahari dulu adalah bongkahan putih-panas ketika bertabrakan dengan komet. Tabrakan ini menghasilkan bongkahan besar panas matahari sehingga menjadi hancur dan berpencaran menjadi beberapa bagian.
Bagian-bagian ini kemudian membentuk planet-planet yang mengelilingi matahari dikarenakan daya sentrifugal dan sentripetal. Menurut teori Buffon, planet-planet mungkin bagian dari benda perbintangan yang bercahaya karena itu mungkin dari mulanya sudah bisa mengeluarkan cahaya. Penurunan temperatur secara perlahan mengakibatkan pembentukan dan evolusi kehidupan. Tetapi, teori yang sama mengatakan bahwa temperatur akan terus menurun. Semua kehidupan organisme yang terbentuk akan semakin berkurang dan musnah pada akhirnya karena proses pendinginan,” kata Dr. Rudakov.
Banyak peneliti menentang teori Buffon. Peneliti yang lainnya mempunyai ide yang berbeda mengenai asal mula kehidupan. Teori perpindahan benua dan beberapa yang lainnya dulu dianggap yang paling benar di jamannya. Tapi tidak satu teori pun dapat menjelaskan bagaimana sesuatu dapat terbentuk miliaran tahun yang lalu. Hipotesa yang berani dari para peneliti Eropa mungkin akan memberikan secercah cahaya mengenai banyak hal.
(Sumber:The Epoch Times)

Senin, 23 Mei 2011

Dimetrodon



Dimetrodon adalah sejenis synapsida ('mamalia mirip reptil'),  Ia merupakan genus yang berkuasa selama Periode Premian. Dimetrodon hidup antara 280-265 juta tahun lalu. Ia lebih berhubungan dekat dengan mamalia dibandingkan reptilia seperti kadal.



Dimetrodon juga bukan dinosaur, walaupun umumnya dikelompokkan dengan mereka. Sebaliknya, ia diklasifikasikan sebagaipelycosaur. Dimetrodon orang tua yang telah ditemukan di Amerika Utara dan Eropa, serta penemuan jejak kaki Dimetrodon yang signifikan di selatan New Mexico oleh Jerry Macdonald.


Dimetrodon adalah predator dominan, dan salah satu yang terbesar di zamannya. Ia dapat tumbuh sepanjang 3 meter (10 kaki. Nama Dimetrodon berarti 'dua ukuran gigi', dikarenakan ia memiliki tengkorak besar dengan dua jenis gigi yang berbeda, tidak seperti reptil. Dimetrodon berjalan dengan empat kaki di samping tubuhnya dan memiliki ekor berukuran besar, diduga Dimetrodon berjalan dengan cara yang sama seperti kadal modern.

Dimetrodon memiliki sirip yang penuh dengan pembuluh darah, mungkin saja digunakan untuk mengatur suhu tubuhnya. Permukaan kulitnya juga memudahkannya untuk menghangatkan atau menyejukkan tubuhnya lebih efisien. Adaptasi ini penting karena dapat menambah waktu berburunya. Sirip ini mungkin juga dipakai untuk menarik pasangan atau memperingatkan pemangsa lain. Sirip ini juga di topang oleh urat syaraf yang masing-masing tumbuh dari tulang belakangnya. Bramwell dan Fellgett (1973) memperhitungkan bahwa Dimetrodon seberat 200 kg dapat menigkatkan suhu tubuhnya dari 26 °C sampai 32 °C dalam 205 menit tanpa sirip dan hanya 80 menit dengan sirip.